Wilayah proyek PTFI mencakup lahan seluas 292.000 hektar di Provinsi Papua, Indonesia. Sekitar 26.000 hektar (9% dari seluruh wilayah kontrak) digunakan untuk kegiatan produksi dan ekstraksi mineral. Seluruh kawasan selatan Papua menunjukkan tingkat endemis tinggi dan memiliki tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Asia Tenggara.

Kami telah memfasilitasi dan mendukung berbagai kajian ekologi dan keanekaragaman hayati untuk pengelolaan keanekaragaman hayati yang efektif. Kajian keanekaragaman hayati tersebut dilakukan bersama para pakar Indonesia maupun internasional, termasuk survei terhadap tumbuh-tumbuhan, etnobotani, tanaman obat, satwa mamalia, burung, kupu-kupu, amfibia, reptil, ikan, fauna tanah, dan serangga perairan maupun darat. Informasi yang tersedia menunjukkan kemungkinan terdapatnya 50 spesies wilayah yang masuk Daftar Merah Spesies Terancam dari International Union for Conservation of Nature (Badan Konservasi Alam Dunia), yang sebagian besar disebabkan langkanya data karena masih banyak yang harus dikerjakan di kawasan ini.

Program keanekaragaman hayati PTFI telah memberi sumbangan yang signifikan bagi khazanah ilmu pengetahuan alam di Papua melalui berbagai penemuan spesies baru, koleksi karya acuan, dan penerbitan makalah, buku dan poster.

Sebagian besar karya kami di bidang keanekaragaman hayati dapat langsung diterapkan dan tersedia bagi para peneliti yang ditugaskan untuk mengembangkan rencana pengelolaan Taman Nasional Lorentz, yakni lahan seluas 2,5 juta hektar yang pada tahun 1999 ditetapkan sebagai lokasi Warisan Dunia (World Heritage Site) oleh Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (UNESCO). Menyerupai wilayah proyek PTFI (yang lokasinya berdekatan), taman tersebut mencakup suatu transek utuh berkesinambungan mulai dari pegunungan yang tinggi hingga kawasan laut tropis, termasuk lahan basah yang sangat luas di sekitar dan sepanjang garis pantai. PTFI tidak melakukan kegiatan operasi di dalam Taman Nasional Lorentz.