Program pengelolaan lingkungan PTFI menyangkut setiap aspek dari seluruh kegiatannya, bukan hanya yang terkait dengan penambangan. Kami memiliki sistem pengelolaan limbah yang komprehensif, yang menggunakan prinsip-prinsip pemanfaatan ulang, pendauran ulang dan pengurangan. Program minimalisasi limbah tersebut meliputi pengurangan limbah dan penggantian bahan dengan produk-produk yang ramah lingkungan. Wadah barang curah, minyak bekas, kertas bekas dan ban bekas semuanya dimanfaatkan ulang secara lokal dengan cara yang ramah lingkungan. Bahan lain yang dapat didaur ulang seperti besi tua dan baterai bekas dikumpulkan dan disimpan di tempat penyimpanan sementara untuk selanjutnya didaur ulang sesuai ketentuan Pemerintah Indonesia.

Limbah termasuk limbah B3 dalam jumlah kecil dipisahkan pada titik
asal. Pengumpulan, pengemasan dan penyimpanan limbah B3 yang
ditimbulkan dari pekerjaan uji kadar logam (assay) terhadap sampel
bijih, laboratorium analitika, sarana medik, dan proses lain
dikelola dengan cara yang sesuai dengan peraturan Pemerintah
Indonesia. Limbah B3 dikirim ke pengolah dalam negeri yang memiliki
izin, dan tidak pernah melintasi perbatasan internasional.
Limbah B3 PTFI ditangani pada tiga lokasi yang diperuntukkan secara
khusus, termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk limbah tak
bergerak, dan TPA untuk limbah terurai dan limbah lainnya, yang
diberi lapisan pada bagian dalamnya dan dilengkapi sistem
pengumpulan dan pengolahan lindi. Kesepuluh Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) milik kami dikelola sesuai dengan peraturan Pemerintah
Indonesia. Mutu limbah cair dari seluruh IPAL tersebut dipantau
secara berkala terhadap parameter pH, kebutuhan oksigen biologi,
kebutuhan oksigen kimia, total padatan tersuspensi dan lemak serta
minyak sesuai baku mutu.
Kami mengembangkan rencana dan memperoleh persetujuan dari
Kementerian Lingkungan Hidup untuk memanfaatkan abu dari unit boiler
pada sarana pembangkit listrik milik kami yang menggunakan bahan
bakar batubara, yang dicampur dengan 5 hingga 10% semen untuk
keperluan proyek infill pada wilayah operasi. Hal ini berguna
memanfaatkan timbunan abu kami untuk keperluan produktif. Pada tahun
2008 lebih dari 350.000 meter kubik abu telah dimanfaatkan.
Energi merupakan input yang signifikan bagi kegiatan pertambangan dan pengolahan kami. Sumber utama energi kami adalah produk minyak bumi dan batubara.
Di tahun 2008, kegiatan PTFI mengkonsumsi sekitar 15.500 terajoule bahan bakar fosil cair dan 20.000 terajoule energi batubara. Energi tersebut utamanya digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik dan persediaan bahan bakar untuk kendaraan truk yang digunakan dalam pertambangan disamping kendaraan lain.
Kami secara aktif melakukan pengembangan, implementasi dan peralihan menuju teknologi yang lebih bersih, lebih efisien dan lebih efektif biaya, dan bermaksud mengembangkan peran sumber energi alternatif melalui berbagai prakarsa pada operasi pertambangan kami dan masyarakat setempat.

