Peduli Lingkungan, Manfaatkan Limbah

Ide satu orang memotivasikan satu departemen mempelajari dan mengembangkan minyak goreng bekas menjadi bahan bakar yang lebih di kenal dengan istilah biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, atau secara sederhana bahan bakar yang terbuat dari minyak sayur atau lemak hewan. Sejak bulan Agustus 2010, Departemen Lingkungan Hidup telah merintis proyek Biodiesel yang menggunakan minyak goreng bekas atau minyak jelantah sebagai bahan baku yang dihasilkan dari Messhalls, koperasi, coffee shop dan perumahan di area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi biodiesel.
Proyek biodiesel diawali dengan peresmian pengoperasian reactor biodiesel pada bulan Agustus 2011 di MP 21 yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar untuk 10 unit kendaraan Toyota. Enam belas bulan kemudian proyek biodiesel kembali ditingkatkan dengan meresmikan stasiun pengisian bahan bakar biodiesel pada hari Rabu (6/2) di Kawiki Shop MP 68 serta menambah 50 unit kendaraan Toyota untuk menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.Turut menghadiri peresmian ini antara lain Nurhadi Sabirin EVP & General Manager PTFI, Joko Basyuni EVP Employee Development, Benny Johannes VP Work Compliance, Richard Mohr EVP Technical Services PTFI, George Banini VP Concentrating, Jonathan Rumainum VP Industrial Relations, Sudjatmoko VP Underground Mine Operations, beberapa Manager Departemen dan karyawan PTFI serta kontraktor.
Dalam sambutannya, Gesang Setyadi, Manager Environmental Jobsite menyampaikan "Saat ini produksi biodiesel kami sudah mencapai 500 hingga 900 liter per bulan atau setara dengan 10.000 sampai dengan 18.000 liter Biodiesel 5% atau B5, ke depan kami akan bekerjasama dengan Surfactant and Biodiesel Research Center (SBRC) Institute Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan kapasitas produksi biodiesel hingga 3.000 liter per bulan atau setara dengan 60.000 liter Biodiesel 5% atau B5".

Langat Sitorus, Gen. Supt. Maintenance HL menjelaskan dalam sambutannya bahwa hasil uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar mobil Toyota yang telah dilakukan selama lebih dari 1 setengah tahun menyimpulkan bahwa tidak ada pengaruh negatif biodiesel terhadap kinerja mesin. Untuk itu tim maintenance menyetujui untuk menambah kendaraan yang menggunakan biodiesel yang tentunya disesuaikan dengan ketersediaan biodiesel yang ada. Disamping itu, team KPI juga menyetujui untuk melakukan uji coba pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar untuk mobil Ford.. Kesuksesan uji coba ini sangat di harapkan agar kedepannya bahan bakar biodiesel dapat di gunakan pada kedua tipe kendaraan (Toyota dan Ford) yang ada di area kerja PTFI.
Nurhadi Sabirin, EVP & General Manager PTFI menegaskan harapannya untuk pemanfaatan biodiesel kedepan "Target kita kedepan bukan hanya Light Vehicle (LV) yang menggunakan bahan bakar biodiesel melainkan juga alat berat yang digunakan di area tambang khususnya tambang bawah tanah. Emisi yang rendah dari bahan bakar biodiesel ini tentunya akan mendukung lingkungan kerja yang sehat di tambang bawah tanah sekaligus mendukung program penggunaan energy yang terbaharukan (renewable energy).
Beliau juga meminta agar pengembangan biodiesel terus berlanjut bekerjasama dengan pihak-pihak terkait sehingga pemanfaatan biodiesel PTFI lebih optimal. (Teks & Foto: Ivy Marischa)
Berita Terkait
Pelatihan Penambangan di US Untuk Pengembangan Karyawan Papua
Mengubah Kehidupan Banyak Orang di Papua
Cezia Greatia Pesurnay: Kalau Saya Bisa, Percayalah Kalian juga Pasti Bisa
Berlatih di Atas Awan
Kami mempunyai komitmen untuk memberi kontribusi positif bagi masyarakat di manapun kami melakukan kegiatan.
Selengkapnya