Penularan dan Pencegahan HIV/AIDS

Dimana kita bisa menemukan virus HIV?

HIV dapat kita temukan di dalam darah, cairan sperma, cairan vagina dan di dalam air susu ibu.

Siapa sajakah yang dapat terinfeksi HIV/AIDS?

Semua orang dapat terinfeksi HIV/AIDS, wanita, pria, anak-anak, kaya atau miskin, guru, dokter, orang jalanan, pelajar, polisi, atlet, pebisnis, dll. Siapa saja dapat terinfeksi HIV/AIDS jika mereka terpapar sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Penularan HIV/AIDS:

·Kontak seksual yang tidak aman, terutama melalui hubungan seksual pervaginal atau anal dengan pasangan yang terinfeksi. Secara umum, metode penularan HIV tertinggi di dunia adalah melalui hubungan seksual. Di Timika, lebih dari 95% dari seluruh orang yang terinfeksi HIV tertular melalui kontak seksual.

·Paparan terhadap darah melalui jarum ataupun benda tajam lainnya. Metode yang paling efisien untuk menularkan HIV adalah dengan memasukkan darah orang terinfeksi HIV ke aliran darah kita, contohnya adalah melalui transfusi darah yang terinfeksi dengan HIV. Penyebab lain adalah penggunaan bersama/bergantian alat suntik yang terkontaminasi oleh HIV. Penggunaan jarum suntik dan alat medis lainnya yang tidak steril di fasilitas-fasilitas kesehatan juga dapat menyebabkan penularan HIV.

·Penularan dari ibu terinfeksi HIV ke anaknya, selama hamil, melahirkan, atau selama menyusui.

Pencegahan penularan HIV/AIDS

Pencegahan Penularan melalui hubungan seksual

Secara teknis, cara terbaik untuk menghindari paparan infeksi HIV melalui kontak seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks. Beberapa orang mungkin percaya sepenuhnya pada pasangannya. Jika kedua pasangan negatif HIV, maka setia sepenuhnya kepada pasangan akan membantu pencegahan HIV. Untuk yang aktif secara seksual, kondom pria dan kondom wanita adalah cara yang efektif dan memungkinkan untuk mencegah penularan HIV. Kondom tidak akan mencegah 100% penularan HIV, tetapi hanya mengurangi resiko secara bermakna.

Pencegahan Penularan melalui pemaparan transfusi darah

Saat ini hampir di seluruh dunia sudah melakukan pemeriksaan antibodi HIV pada darah yang akan didonorkan. Jika ditemukan unit darah yang terinfeksi HIV, maka unit darah tersebut akan disingkirkan dari bank darah, sehingga resiko penularan hampir dapat dihilangkan. Untuk orang dengan HIV/AIDS sebaiknya tidak mendonorkan darah atau organ kepada orang lain.

Pencegahan dengan Praktek Suntik yang aman

Tidak seorang pun boleh menggunakan jarum suntik, atau alat suntik lainnya secara bergantian/bersama dengan orang lain. Kita harus menggunakan jarum suntik sekali pakai. Kewaspadan universal (umum) yaitu upaya umum untuk pencegahan terhadap penyakit-penyakit menular meliputi pencegahan penularan melalui cairan tubuh dengan menggunakan sarung tangan, kaca mata dan pelindung wajah yang harus diterapkan di semua fasilitas kesehatan.

Pencegahan Penularan dari ibu dengan infeksi HIV ke anaknya

Untuk melindungi anak 100% sangat sulit. Wanita hamil sebaiknya melakukan tes HIV untuk mengetahui status HIV-nya. Seorang ibu yang positif HIV harus mendapatkan obat-obatan ARV (anti-retroviral) dan disarankan untuk melahirkan secara caesar (operasi) dan juga tidak menyusui bayinya untuk mengurangi resiko penularan HIV kepada anaknya.

Informasi kesehatan ini didapat dari PHMC & International SOS.