PTFI Mendukung Festival Asmat 2009

Sesuai dengan komitmen perusahaan untuk turut melestarikan dan mempromosikan seni budaya Papua, PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mendukung pelaksanaan Pesta Budaya Asmat (5-15/10). Tahun ini merupakan festival ke-26, berlangsung di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. Dukungan PTFI terlihat dengan memfasilitasi perjalanan ke Agats bagi karyawan dan para tamu perusahaan yang mengikuti acara lelang ukiran selama tiga hari (12–15/10).

Tarian adat Suku Asmat yang dilaksanakan pada saat pembukaan Festival Asmat di depan tamu-tamu mancanegara serta pemerintah daerah.

Bupati Asmat Yuvensius A. Biakay, para pejabat Muspida Asmat, sejumlah turis asing dan lokal, Keuskupan Agats yang diwakili Pater Virgil Petermeier OSC, kurator seni Kalman Muller serta para tamu undangan lainnya terlihat aktif ketika mengikuti sesi lelang ukiran.

Matthew Thiel menyerahkan sumbangan PTFI kepada Pater Virgil Petermeier OSC mewakili Keuskupan Agats untuk pembangunan biara baru.

Di hadapan para peserta lelang, para pengukir menunjukkan hasil karyanya sekaligus menawarkan harga ukiran tersebut. Beberapa patung yang berhasil mengikuti lelang terlebih dahulu harus mengikuti proses seleksi yang diadakan oleh panitia. Hal itu diperlukan untuk mencari karya terbaik dari para pengukir Asmat. Hasil lelang yang diperoleh sampai hari kedua pelelangan mencapai Rp 751.300.000. Patung dengan kategori small carving memperoleh harga tertinggi pada hari pertama lelang sebesar Rp 35 juta.

Pengukir menunjukan karya seni dan menawarkan harga.

Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agats dan Pemda Kabupaten Asmat itu diikuti oleh 250 pemahat dari berbagai wilayah di Asmat. Ratusan penari lokal turut memeriahkan perhelatan untuk menghibur para undangan. Para pengukir tampak telah mempersiapkan diri sejak beberapa waktu sebelum pesta budaya digelar dengan mengikuti babak seleksi terlebih dahulu di tingkat distrik.

Pengunjung yang difasilitasi PTFI.

Masyarakat Asmat sangat memahami bahwa kegiatan pesta budaya itu memiliki makna lebih dalam daripada sekedar sisi komersial. Seni ukir budaya Asmat telah lama menarik perhatian dan minat dunia internasional. Hal itu menjadikan ukiran Asmat memiliki nilai budaya, religius, sekaligus nilai komersial.

Di sela-sela acara lelang karya seni budaya Asmat, PTFI melalui perwakilannya, Mantan Vice President Surface Mine PTFI Matthew Thiel menyerahkan sumbangan perusahaan senilai Rp 50 juta yang diterima langsung oleh Pater Virgil Petermeier OSC mewakili Keuskupan Agats. Bantuan tersebut diperuntukkan guna membangun kembali biara milik Keuskupan Agats yang terbakar tahun lalu. Pater Virgil mewakili segenap umat katolik khususnya di Agats, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada PTFI yang telah berpartisipasi untuk membangun kembali biara tersebut. (P)