Penerbangan Natal Dimulai

PT Freeport Indonesia (PTFI) tahun ini kembali mengadakan program penerbangan Natal bagi para karyawan dan anggota keluarga yang hendak merayakan Natal di kampung halaman. "Jumlah peserta Penerbangan Natal (Christmas Flight), tahun 2009 meningkat dari 1.700-an orang tahun lalu menjadi 2.500-an orang," ujar Vice President HR Services & IR PTFI Johannes Hersubeno ketika membuka Penerbangan Natal di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Sabtu (12/12).

Manajemen PTFI bergambar bersama para penumpang Christmas Flight yang akan berangkat menuju Enarotali.

Hersubeno berharap para karyawan dan keluarga mereka dapat memanfaatkan program perusahaan itu sehingga dapat merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman. "Selain disyukuri, hal ini patut dijaga dengan baik agar berjalan sesuai dengan rencana. Bagi mereka yang telah memperoleh konfirmasi jadwal pemberangkatan, hendaknya berangkat sesuai jadwal, jangan menunda-nundanya," sambungnya.

Para penumpang saat boarding pesawat Trigana Air.

Sesaat setelah menyampaikan sambutan, beberapa perwakilan manajemen melepas keberangkatan peserta Penerbangan Natal dengan menggunakan pesawat twin otter milik maskapai Trigana Air. Penerbangan perdana tersebut menuju Enarotali dengan membawa 16 orang penumpang.

Yan Gobai dan keluarganya akan berangkat ke kampung halaman di Enarotali untuk merayakan Natal bersama.

Program Penerbangan Natal PTFI tahun 2009 memasuki tahun ke-11. Sama seperti pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, progam tersebut dimaksudkan untuk membantu para karyawan dan keluarga mereka melakukan perjalanan cuti. Program dikhususkan bagi karyawan Papua PTFI, perusahaan mitra dan beberapa kontraktor yang telah mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Jadwal penerbangan dimulai tanggal 12 hingga 22 Desember 2009, sementara untuk kembali telah dijadwalkan mulai tanggal 2 sampai 16 Januari 2010. Didukung empat maskapai penerbangan, yaitu Mission Aviation Fellowship (MAF), Mimika Air, Trigana Air dan Airfast.

Johannes Hersubeno menyerahkan boarding pass kepada Yabert Yeimo, salah seorang penumpang program Christmas Flight tujuan Enarotali.

Untuk memudahkan pendataan dan kenyamanan penumpang, selama pelaksanaan program Penerbangan Natal tahun ini digunakan sistem grouping berdasarkan kampung, kerabat dan saudara. Aturan lain yang diberlakukan adalah pembuatan kartu identitas khusus Penerbangan Natal bagi semua penumpang sebelum mereka terbang. Sementara bagi karyawan, mereka mempergunakan Kartu Universal. "Hal itu semata untuk memudahkan kami dan penumpang ketika akan berangkat dan kembali dari kampung halaman. Peserta program Penerbangan Natal meningkat dari 1.700 orang menjadi 2.500 orang tahun ini," jelas Senior Officer - HR Benefits PTFI Paul Laly.

Petugas maskapai Trigana Air menimbang barang bawaan penumpang.

Yan Gobai, karyawan Central Shop yang hari itu berangkat cuti ke Enarotali bersama keluarganya menyampaikan sangat senang dengan program CF, hal itu memudahkannya untuk merayakan Natal bersama dengan keluarga di kampung halaman.

Johannes Hersubeno memotong tumpeng untuk menandai pembukaan program Christmas Flight 2009.

Untuk Papua, daerah tujuan Penerbangan Natal terbagi menjadi dua, yaitu daerah pedalaman dan kota besar. Daerah pedalaman mencakup Beo/Beoga, Homeyo/Pogapa, Ilaga, Kuyawage/Lany Jaya/Tiom, Nabire, Paniai/Enarotali, Sinak, Sorong, Sugapa/Bilogai, Tolikara, Waghete/Moanamani, Wamena, Arwanop, Duma, Hoya, Jila dan Tsinga. Sementara untuk kota-kota besar di Papua di antaranya adalah Jayapura, Biak, Sorong, Manokwari dan Fak-fak.

Untuk mendukung program, perusahaan juga menyediakan ribuan liter bahan bakar yang diperuntukkan bagi karyawan yang berasal dari daerah pesisir. Bahan bakar tersebut dipergunakan sebagai bahan bakar kapal motor yang akan membawa mereka ke kampung halaman. Selain itu, program Penerbangan Natal ini juga memberikan kesempatan kepada mereka yang berasal dari luar Papua. Khusus Natal, penerbangan Airfast melayani mereka langsung ke Manado, Kupang, Ambon dan Solo. (bw)