Proyek Sampling Lower Wanagon Dump

Divisi Geo & Technical Services PT Freeport Indonesia (PTFI) pada November 2009 telah menyelesaikan proyek sampling di Lower Wanagon Dump. Dalam pengambilan sampel ini Divisi Geo Services bekerja sama Grasberg Geotech, Emergency Response Group, Konstruksi dan Grasberg Survey (Grasberg Engineering).

Kegiatan sampling di lereng Lower Wanagon Dump.

"Tujuan proyek ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dari pelaksanaan strategi pencampuran batu kapur (limestone) dengan batuan penutup (overburden) atau disebut juga dengan Limestone Blending pada Lower Wanagon Dump. Proyek sampling ini dimulai sejak akhir 2003 dan dilakukan secara berkala untuk memastikan rasio pencampuran yang ditetapkan dalam Prosedur Operasional Standar (SOP) terpenuhi. SOP tersebut terdapat dalam Dokumen Rencana Pengelolaan Batuan Penutup komprehensif yang telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia dengan tujuan memitigasi pembentukan air asam tambang dalam jangka panjang," demikian penjelasan oleh Chief Engineer - Regional and Long-Term Hydrology PTFI Imam Priyono.

Rapat sebelum pengambilan sampling.

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel batuan penutup pada beberapa titik elevasi yang telah ditentukan sepanjang kemiringan lereng dari Lower Wanagon Dump. Sampel-sampel tersebut selanjutnya dikirimkan ke Sucofindo untuk analisa besar butir dan Laboratorium Lingkungan Timika (TEL) untuk analisa geokimia. Dari hasil analisa tersebut dapat diketahui rasio perbandingan pencampuran batu kapur sepanjang lereng Lower Wanagon Dump untuk selanjutnya dibandingan nilai rasio ditetapkan dalam SOP.

"Sebagai bagian dari Rencana Tambang, batuan penutup ditempatkan di berbagai area yang terkelola di sekitar tambang berdasarkan sifat geokimia dan pertimbangan ekonomi dan teknis lainnya, yang memfasilitasi pengelolaan batuan penutup yang lebih baik dan mengurangi dampak terhadap lingkungan," tambah Imam.

Pemantauan ketinggian elevasi oleh tim Konstruksi.

"Hasil yang telah diperoleh dari sampling selama ini menunjukkan bahwa strategi pencampuran batuan yang telah dilakukan efektif mencegah timbulnya air asam tambang dan telah memenuhi target yang ditentukan dalam SOP dan Rencana Pengelolaan Batuan Penutup," ujar Superintendent - ARD & Tailings Geochemistry PTFI Guritno Prasetyo.

Tim ERG memasang tali pengaman di lereng Lower Wanagon Dump.

Batuan penutup merupakan batuan yang harus disisihkan untuk kemudian dapat mencapai bijih yang ditambang dan diproses agar selanjutnya memperoleh logam untuk keperluan bisnis. Ketika bijih ditambang dan batuan penutup yang mengandung sulfida terpapar dengan unsur alam, maka timbul potensi pembentukan asam belerang oleh reaksi air, oksigen serta bakteria yang terjadi secara alami. Air asam tersebut dapat melarutkan logam yang terkandung didalam batuan penutup dan terbawa dalam sistim pembuangan air, yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Proses inilah yang disebut sebagai proses pembentukan air asam tambang.

Sesuai Rencana Pengelolaan Batuan Penutup yang telah disetujui Pemerintah, PTFI menempatkan batuan penutup pada kawasan-kawasan yang terkelola disekitar tambang terbuka Grasberg. Air asam tambang dikumpulkan dan diolah atau dinetralkan dengan melakukan pencampuran dengan batu kapur (limestone blending) serta penutupan dengan kapur (capping) pada timbunan batuan penutup. (mm)