PTFI Dukung Petani Kopi Lokal

PT Pangansari Utama, bekerja sama dengan Departemen Social Outreach & Local Development dan Community Relations (SLD/CR) PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi salah satu konsumen kopi jenis Arabika dari Lembah Baliem, Wamena dalam tahun ini.

Memetik biji kopi di Wamena.

Di awal Januari 2010, melalui program Highland Agriculture Development - Village-Based Economic Development SLD/CR telah memproduksi lebih dari tiga ratus bungkusan kopi dalam bentuk bubuk murni yang dibeli oleh Pangansari, yang setiap bulan akan menerima kopi sebanyak satu ton dari Koperasi Baliem Arabika. Biji kopi kering dikirim oleh Koperasi Baliem Arabika kemudian diproduksi menjadi bubuk murni tanpa campuran di Unit Processing Base Camp Timika.

Herry Aibekob (kiri) dan Andrean Wospakrik (kanan) sedang melakukan roasting biji kopi Arabika Wamena di Unit Processing Base Camp Timika.

Proyek ini sudah dimulai sejak Oktober 2007 bertujuan meningkatkan dan menjaga kualitas rasa yang khas dari kopi jenis arabika Wamena serta membentuk jaringan penyuplai kopi yang bercita rasa khas dari Baliem sampai ke konsumen Internasional. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) yang membantu budidaya dan pengembangan pasar Kopi Wamena.

Kopi Arabika Wamena, yang diproduksi untuk PT Pangansari Utama.

Proyek Pengembangan Kopi Papua ini adalah hasil kerja sama PTFI dengan United States Agency for International Development (USAID) melalui proyek Agribusiness Market and Support Activities (AMARTA), dengan tujuan membantu perkembangan ekonomi di daerah-daerah terpencil di Papua. AMARTA memberikan dukungan teknis, pelatihan dan dana hibah untuk kegiatan perikanan di Kokonao, pengembangan kopi di Wamena dan Moanemani serta peternakan dan tanaman padi di Agimuga.

Pemilihan biji kopi kering di Koperasi Baliem Arabika.

Artikel oleh Johan Gandegoay, Resources Planning & Management Crew PTFI.