Radar Stabilitas Lereng Dukung Keselamatan di GRS

Slope Stability Radar atau radar stabilitas lereng yang disingkat SSR adalah alat yang digunakan untuk memantau pergerakan lereng, dengan cakupan pemantauan yang cukup luas. Unit pemantau SSR didudukkan pada trailer dan ditarik dengan kendaraan kecil ke berbagai lokasi pemantauan di tambang terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI).

Fadli dari kru GRS Geotech Pit Engineering & Stablity memantau data radar di lapangan.

PTFI menggunakan SSR untuk mendukung operasional penambangan di Grasberg sejak awal tahun 2004. Ada empat unit SSR yang dioperasikan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk memantau daerah yang berpotensi tidak stabil, seperti daerah penambangan Pit Bottom (PB7S), intrusi Pebble Dike (PB9E1) Heavy Sulfide Knob dan Talus Yapen (PB8E2S).

Diskusi di lapangan oleh tim Geotech Surface Mine.

"Keunggulan dari sistem SSR di banding Sistem Pemantauan Lereng lainnya, adalah bahwa kemampuan pantau sistem SSR tidak bergantung pada kondisi cuaca, dimana hujan, kabut dan juga debu tidak akan berpengaruh dan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi (pada skala milimeter)," demikian penjelasan dari General Superintendent - Geotech & Hydrology Operations Surface Mine PTFI Arjuna Ginting.

Pengecekan Remote Area Power Supply (RAPS) radar.

GroundProbe sebagai pemilik Teknologi SSR terus melakukan pengembangan dan meningkatkan kemampuan radar pemantau lereng ini. Pertama kali radar digunakan dengan kemampuan memantau lereng sampai dengan jarak maksimum 450 meter dan pada saat ini kemampuan radar sudah mencapai jarak terbukti sekitar 1.200 meter. Perkembangan Teknologi SSR pada beberapa tahun terakhir meningkat pesat yang ditunjukkan oleh resolusi pemantauan radar yang menjadi empat kali lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Print screen data radar. Grafik: Surface Mine GTS

Departemen Geotech Surface Mine bekerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untuk mendukung operasi penambangan Grasberg. Pembagian kerja dilakukan dalam tiga shift dan empat kru dengan mengikuti jadwal operasi penambangan. Setiap hari, satu orang teknisi duduk mengamati data hasil pemantauan radar dan menginformasikan ke ahli geoteknik yang melakukan pemeriksaan harian di lapangan. Insinyur tersebut melakukan pemeriksaan setiap kerja shift dan menginformasikan ke Dispatch daerah yang berpotensi tidak stabil.

"Karena keselamatan kerja adalah prioritas utama, pengamatan data tersebut adalah sangat penting untuk mendukung operasi penambangan dengan baik dan aman dan oleh karenanya teknisi yang melakukan pengamatan harus mengkomunikasikan ke insinyur di lapangan dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan radar ini kita bisa mendukung K3 teman-teman kita di tambang Grasberg," ujar Superintendent - Geotechnical Pit Engineering & Stability PTFI Rahadian Widiadi. (ms)