Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro(LPMAK) menggelar Lokakarya Hasil Pengembangan Silabus & Rencana Penyelenggaraan Pendidikan (RPP) dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahap III. Lokakarya kali ini sebagai kelanjutan dari dua tahap Pelatihan KTSP sebelumnya di tahun 2009 yang merupakan kerjasama antara LPMAK dengan Dinas Pendidikan Dasar Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika. Lokakarya berlangsung di aula Hotel Serayu, Timika selama tiga hari (19-21/01).

Tak kurang dari 38 peserta mewakili 17 sekolah dasar dan delapan sekolah menengah pertama di Kabupaten Mimika. Kegiatan bertema "Pengembangan Profesionalisme Guru dan Sekolah melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan" merupakan kerjasama LPMAK dengan lembaga konsultan pendidikan EDU Business Consulting. Lembaga tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Anita Lie, pakar pendidikan di Indonesia.
Prof. Dr. Anita Lie menjelaskan tiga tahap pelatihan KTSP, yaitu: pertama, pelatihan pembekalan peserta membuat RPP. Tahap kedua kunjungan di sekolah masing-masing. Tahap ketiga sekarang yaitu kumpul bersama peserta untuk mempresentasikan apa yang sudah dipraktekan sejak pembekalan pertama. Dalam pelatihan tahap ketiga kali ini, tambahnya, tampak peserta sangat antusias serta bersemangat sekali. Contohnya mereka sudah mengadakan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sebagai forum belajar bersama. "Semangat seperti ini yang sangat dibutuhkan, sehingga bisa timbul efek domino dari program KTSP ini," ujarnya.

Anita Lie menambahkan bahwa untuk sesi-sesi materi lokakarya tiga hari tersebut, di antaranya adalah dinamika kelompok dan program overview, pemutaran film, seminar guru sebagai agen perubahan, presentasi poster oleh guru dan kepala sekolah, seminar pembelajaran tematik, presentasi guru terbaik dan presentasi kepala sekolah terbaik dan malam sentuhan hati.

Khusus untuk materi pembelajaran tematik, lanjutnya, diharapkan peserta lokakarya dapat menerapkan kepada peserta didik yang berada di sekolah dasar kelas satu, dua dan tiga pada rentang usia dini. Mengingat pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan, seperti IQ, Emotional Quotient atau EQ dan Social Quotient atau SQ tumbuh serta berkembang sangat luar biasa. "Ada empat tujuan pembelajaran tematik. Pertama, memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pembelajaran tematik; Kedua, memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran tematik yang sesuai dengan perkembangan peserta didik kelas awal sekolah dasar; Ketiga, memberikan keterampilan kepada guru dalam menyusun perencanaan, melaksanakan dan melakukan penilaian dalam pembelajaran tematik; serta memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika," paparnya panjang lebar.
LPMAK merupakan salah satu lembaga nirlaba yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya manusia serta kesejahteraan sosial ekonomi dari masyarakat asli yang berasal dari Tujuh Suku yaitu Amungme, Kamoro, Nduga, Dani, Damal, Moni dan Mee di Kabupaten Mimika melalui program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi dan untuk mendukung kegiatan program yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga adat dan keagamaan.
LPMAK adalah mitra PTFI yang dipercaya melakukan perencanaan dan pengawasan dalam rangka pemanfaatan dana kemitraan PTFI untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. (gm)

