Pengoperasian Kendaraan: Mundur yang Selamat

Jumlah kecelakaan kendaraan dan alat berat yang terjadi pada saat dioperasikan mundur cukup tinggi di PT Freeport Indonesia (PTFI). Meskipun upaya-upaya pencegahan telah diterapkan, namun kejadian yang sama berulang dari waktu ke waktu.

Beberapa penyebab utama kecelakaan mundur adalah:

1. Pengemudi kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.

2. Kepercayaan diri pengemudi yang berlebih (overconfidence) dan kurangnya kehati-hatian, khususnya bagi pengemudi berpengalaman.

3. Manajemen waktu kerja yang tidak tepat sehingga menyebabkan pengemudi tergesa-gesa sewaktu harus memundurkan kendaraan

Jangan memundurkan kendaraan sebelum Anda yakin tentang kondisi sekitar dan tersedia ruang yang cukup (panjang dan lebar) bagi kendaraan Anda untuk mundur. Foto: QMS

Meminimalisasi kecelakaan mundur harus dimulai dari pelatihan bagi pengemudi, dengan menekankan hal-hal dibawah ini:

1. Lakukan praktek mundur sebanyak mungkin, dengan posisi yang mirip dengan kondisi lapangan yang sebenar-benarnya.

2. Pastikan pengemudi memahami ketentuan keselamatan mundur secara benar dan mempraktekkannya di lapangan.

3. Beri tambahan materi pelatihan seperti blank spot awareness dan pemilihan cara-cara mengemudi untuk meminimalisasi pengoperasian mundur.

Periksa dan pastikan bahwa semua peralatan mundur (alarm, klakson, cermin, dll.) berfungsi baik.

Kelengkapan peralatan kendaraan juga sangat menentukan keselamatan mundur:

1. Pastikan kendaraan memiliki kelengkapan peralatan mundur, seperti cermin yang terpasang di sisi kanan, kiri dan depan pengemudi. Alat berat harus dilengkapi dengan alarm mundur (backing up alarm) yang selalu berfungsi baik.

2. Pasang lampu mundur tambahan di kendaraan yang dioperasikan di area bawah tanah atau di area yang memiliki penerangan kurang memadai.

3. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, peralatan lain seperti kamera atau alat sensor mundur juga dapat menjadi salah satu perlengkapan yang dapat dipasang.

Pandanglah seluruh cermin secara berimbang. Jangan terfokus hanya di satu cermin saja. Foto: QMS

Tips untuk selamat saat memundurkan kendaraan:

1. Periksa dan pastikan bahwa semua peralatan mundur (alarm, klakson, cermin, dll.) berfungsi baik.

2. Lakukan orientasi lokasi sesaat sebelum memundurkan kendaraan. Jangan memundurkan kendaraan sebelum Anda yakin tentang kondisi sekitar dan tersedia ruang yang cukup (panjang dan lebar) bagi kendaraan Anda untuk mundur.

3. Meskipun kendaraan Anda sudah dilengkapi alarm mundur, Anda dapat membunyikan klakson mundur (bunyi pendek sebanyak tiga kali) sebagai pemberian tanda kewaspadaan.

4. Jika Anda tetap belum yakin akan keselamatan Anda, mintalah petugas pemberi aba-aba atau spotter untuk membantu Anda.

Spotter diperlukan di lokasi kerja yang mengharuskan alat berat beroperasi mundur.

• Hentikan kendaraan bila posisi spotter tidak kelihatan, atau Anda kehilangan komunikasi dengannya.

5. Perhatikan selalu lokasi belakang kendaraan melalui cermin yang terpasang. Pandanglah seluruh cermin secara berimbang. Jangan terfokus hanya di satu cermin saja.

6. Gunakan kecepatan yang paling rendah saat mundur.

7. Tetap jaga kontak mata dengan orang-orang dan kendaraan di sekitar. Hentikan kendaraan apabila Anda menemukan kondisi yang mengarah ke bahaya.

8. Ketahui waktu-waktu tertentu dimana lokasi kerja dipadati orang maupun kendaraan lain yang lalu-lalang. Terapkan kewaspadaan yang tinggi pada saat mundur di waktu-waktu tersebut.

Jika Anda belum yakin, mintalah petugas pemberi aba-aba (spotter) untuk membantu Anda.

Artikel oleh Departemen Safety & Industrial Health PTFI. (Sumber: Dikompilasi dari berbagai sumber)