Jumlah penduduk Kabupaten Mimika mengalami peningkatan pesat selama dasawarsa terakhir, di mana data pemerintahan menunjukkan kenaikan angka kependudukan dari 67.000 pada tahun 1998 menjadi lebih dari 150.000 pada tahun 2007. Sebagian besar pertumbuhan penduduk tersebut berputar di sekitar pusat kota Timika, yang letaknya berdekatan dengan wilayah proyek PTFI.

Dalam pembahasan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat selama bertahun-tahun, PTFI dan para tokoh tersebut mengamati tertariknya sejumlah besar warga dari desa dan daerah pedalaman menuju pusat-pusat perkotaan guna mengejar peluang ekonomi. Seiring dengan pertumbuhan pusat perkotaan, minat orang muda untuk bertahan di desa dan mendukung kampung halamannya menjadi kian surut.

Menjawab keprihatinan tersebut, pada tahun 2007 PTFI meluncurkan kemitraan berjangka dua tahun dengan U.S. Agency for International Development yang dijuluki Aliansi Pengembangan Agribisnis Papua (Papua Agribusiness Development Alliance / PADA). Berbekal anggaran sebesar 2 juta dolar AS, tujuan program PADA adalah peningkatan penghasilan dan pekerjaan di masyarakat pedalaman Papua melalui pengembangan pertanian dan agribisnis, yang dengan demikian memajukan peningkatan mata pencaharian dari bertani dan menangkap ikan. Salah satu proyek perintis yang berhasil di antara beberapa proyek yang telah diluncurkan hingga saat ini, adalah yang dilaksanakan di desa pesisir Kamoro terpencil bernama Kokonao, yang letaknya sekitar 21 mil sebelah tenggara Timika.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi nelayan setempat adalah ketidak mampuan mengawetkan hasil tangkapannya selama pengangkutannya menuju pasar. Melalui kerjasama dengan sponsor setempat, PADA memberi bantuan untuk membangun pabrik es di desa agar para nelayan dapat membeli es dengan harga yang terjangkau. Selain itu, PADA memberi kapal berkapasitas tujuh ton kepada organisasi gereja setempat untuk memperlancar pengangkutan. Sebagai akibat dari program ini, para nelayan Kokonao mengalami peningkatan laba sebesar 400%, yang dengan demikian penghidupan desa menjadi lebih layak bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.


Bertha You